muibatu.org MUI Jatim Mengutuk Bom Surabaya

MUI Jatim Mengutuk Bom Surabaya

MUI Jatim Mengutuk Bom Surabaya. MUI Jatim mengutuk keras pelaku pengeboman terhadap beberapa gereja di Surabaya pada hari Ahad 13 Mei 2018. Hal tersebut disampaikan para ulama dalam rilis resmi yang ditandatangani oleh KH Abdusshomad Buchori (Ketua Umum) dan Ustadz Ainul Yaqin (Sekretaris Umum).

Menurut para ulama, tindakan tersebut mencederai persatuan dan kesatuan, menimbulkan kecemasan dan gangguan kamtibmas. Terlebih lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan.

“Terorisme bukan ajaran Islam. Setiap orang Islam yang memahami ajaran Islam, pasti mengutuk keras tindakan terorisme,” demikian salah satu pernyataan sikap MUI Jatim.

Fatwa Terorisme Haram

MUI sendiri telah mengeluarkan fatwa terkait terorisme. Bahwa terorisme adalah haram karena merupakan tindakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan peradaban, baik itu dilakukan oleh perorangan, kelompok, maupun negara dengan tujuan apapun.

Para ulama meminta kepada aparat keamanan agar bisa mengungkap kasus ini secara transparan sehingga tidak menimbulkan syakwasangka di antara elemen bangsa. Sedangkan masyarakat diharapkan terus waspada sembari tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kejadian ini.* (MUIBatu.org)

Taushiyah Menyambut Ramadhan MUI Jatim

Taushiyah Menyambut Ramadhan MUI Jatim
PERKOKOH UKHUWAH ISLAMIYAH

Ukhuwah Islamiyah menjadi poin penting taushiyah menyambut Ramadhan MUI Jatim. Hal tersebut disampaikan dalam rilis resmi yang ditandatangani oleh KH Abdusshomad Buchori (Ketua Umum) dan Ainul Yaqin (Sekretaris Umum) tanggal 3 Mei 2018 lalu.

Para ulama mengharap agar umat Islam menghindari perdebatan atau berbantah-bantahan dalam masalah khilafiyah furu’iyah. Semisal jumlah rakaat shalat tarawih, qunut dalam shalat witir, dan sejenisnya, agar tidak terjadi keretakan ukhuwah Islamiyah.

MUI Jawa Timur berharap agar pemerintah, para ulama, dan pimpinan ormas Islam sedapat mungkin berupaya mencari titik temu penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Sehingga semakin memperkokoh ukhuwah Islamiyah, memperkuat kesatuan umat dalam wadah NKRI, menghindari kebingungan masyarakat, dan menambah syiar Islam.

Menyambut Awal Ramadhan

Para ulama juga berharap semua pihak untuk mencegah kemaksiatan dan menertibkan tempat-tempat maksiat. Aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan tugas pengamanan. Termasuk melarang petasan, menertibkan peredaran minuman beralkohol dan miras di mal, warung, minimarket, dan lain-lain.

Dalam taushiyah tersebut, warga masyarakat diimbau untuk meningkatkan amal ibadah. Seperti zakat, infaq/sedekah, memperbanyak dzikir, tadarus Al-Qur’an, pengajian, shalat tarawih, iktikaf, dan sebagainya.

Masyarakat juga diimbau untuk menghormati kekhusyukan bulan Ramadhan. Seperti tidak membuka warung makan di siang hari secara terbuka. Jauhilah ucapan, perbuatan, maupun sikap yang dapat merusak nilai puasa, seperti maksiat mata, mulut, dan anggota badan lainnya.

Baca Juga: Ramadhan, Tempat Hiburan Wajib Tutup

Lembaga-lembaga pendidikan, takmir masjid, dan lembaga-lembaga lain diharapkan menyelenggarakan kegiatan seperti pesantren Ramadhan, kursus keagamaan, ceramah, dan sebagainya. Adapun penggunaan pengeras suara luar hendaknya maksimal pukul 22.00 agar tidak mengganggu kenyamanan.

Mengingat bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, seiring dengan momen menjelang pemilu, para ulama mengajak semua pihak agar menjaga kesucian bulan Ramadhan serta tidak menggunakan mimbar masjid atau mushala untuk sarana politik praktis.* (MUIBatu.org)

Lebih dari 50 Negara Minta Sertifikasi Halal ke MUI

Lebih dari 50 Negara Minta Sertifikasi Halal ke MUI

MUIBatu.org – Eksistensi Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengeluarkan sertifikasi dan fatwa halal sudah diakui dunia internasional. Pencapaian ini di tengah segala kekurangan dan kelebihan lembaga yang sudah berusia 29 tahun.

“Standar halal Indonesia menjadi global, lebih dari 50 negara meminta dari MUI. Supaya produknya diakui dunia. Indonesia sebagai pelopor maka standar halal,” ujar Ketua MUI Kiai Maruf Amin saat acara Seminar Nasional Produk Halal di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Senin (16/4).

Standar MUI tentang kriteria halal sudah diadopsi oleh seluruh lembaga halal di dunia. Menurutnya, banyak negara yang sudah mengadopsi Sistem Jaminan Halal (SJH) dan sistem Sertifikat Halal yang disusun MUI. Sebab, pengakuan MUI mempunyai dampak yang luas bagi produk dunia.

Sertifikasi Halal MUI

“Standar MUI tentang kriteria halal sudah diadopsi oleh seluruh lembaga halal di dunia karena mereka sangat memerlukan rekomendasi dan pengakuan,” ucapnya.

Kiai Amin menyebut, Indonesia mempunyai pasar besar industri halal. Langkah ini akan semakin maju jika Peraturan Pemerintah (PP) Jaminan Produk Halal diterbitkan. “Kalau tidak jelas abu-abu itu haram, banci itu. Halal itu jelas ditandai dengan sertifikasi. Abu-abu ada yang tidak jelas, sama hukumnya dengan haram,” ungkapnya.

Sementara Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW), Ikhsan Abdullah menambahkan, saat ini Badan Penyelanggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) belum siap, karena seyogyanya harus ada organisasi yang baik. Semisal, ada perwakilan BPJPH di daerah dan sistem proses sertifikasi halal. “Harusnya dijelaskan sehingga jelas posisinya dan dengan keadaan demikian BPJPH harus legowo dan jelas sampaikan ke LPPOM MUI sebagai pelaksana mandatory sertifikasi halal,” ucapnya. (muibatu.org/disadur dari republika.co.id)

muibatu.org-MUI-Hormati-Penetapan-Awal-Puasa-Muhammadiyah

MUI: Hormati Penetapan Awal Puasa Muhammadiyah

MUIBatu.org – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi meminta siapa pun menghormati maklumat yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait penetapan awal puasa, Lebaran dan hari besar keagamaan Islam lainnya.

“MUI mengharapkan umat Islam tidak menjadikan hal ini polemik tapi justru harus dijadikan sebagai proses pendewasaan diri dalam menerima perbedaan pendapat,” kata Zainut di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dia mengatakan MUI juga menghormati Muhammadiyah terkait maklumat tersebut. “MUI menghormati keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sudah mengumumkan penetapan 1 Ramadhan 1439 Hijriyah dan 1 Syawal 1439 Hijriyah karena sesuai dengan metode ijtihad yang digunakan, yaitu melalui pendekatan hisab atau perhitungan bulan,” kata dia.

MUI juga menghormati ormas Islam lainnya yang belum mengumumkan awal puasa karena menggunakan pendekatan penetapan hilalnya melalui rukyatul hilal (melihat bulan).

Awal Puasa Ramadhan

Muhammadiyah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1439 Hijriyah atau 2018 pada Kamis, 17 Mei dengan merujuk hasil perhitungan astronomi atau hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan penetapan soal 1 Ramadhan itu agar dapat menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah. Berdasarkan maklumat tersebut, 1 Syawal atau hari Idul Fitri 2018 jatuh pada Jumat, 15 Juni. Kemudian 1 Zulhijah tahun ini bertepatan dengan Senin 13 Agustus.

Dengan begitu, Hari Arafah atau 9 Zulhijah bersamaan dengan Selasa, 21 Agustus. Selanjutnya, Idul Adha 10 Zulhijah jatuh pada Rabu 22 Agustus.* (RepublikaOnline 14/03/2018, MUIBatu.org)

muibatu.org MUI dan DMI Ingatkan Valentine's Day Haram

MUI dan DMI Ingatkan Valentine’s Day Haram

muibatu.org MUI dan DMI Ingatkan Valentine's Day Haram

MUIBatu.org – Muda-mudi Muslim di bulan Februari ini kerap dibanjiri informasi dan aksi seputar Valentine’s Day. MUI Kota Batu kembali mengingatkan bahwa bagi umat Islam, merayakannya adalah haram.

Menurut Sekretaris Umum MUI Kota Batu, Achmad Faiz, kawasan wisata kerap jadi ajang merayakan hari yang cenderung mendekatkan pada kemaksiatan itu. Itulah sebabnya para ulama merasa perlu untuk mengingatkan kembali dan memagari masyarakat agar tidak terjerumus.

“MUI Kota Batu menerbitkan buletin tentang haramnya merayakan hari kasih sayang. Buletin itu disebar ke masjid-masjid, bekerjasama dengan para pengurus MUI kecamatan, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan digerakkan oleh relawan Forum Umat Islam Batu Bersatu (FUIBB),” ujar Faiz.

Relawan FUIBB juga memviralkan beberapa poster di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan berbagai grup.

“DMI menjadikan tema itu sebagai materi khutbah Jumat, untuk mengingatkan jamaah agar tidak ikut-ikutan merayakan sebuah hari yang tidak ada tuntunannya dalam ajaran Islam,” ujar Achmad Marzuki, Ketua DMI Kota Batu.

Valentine’s Day Haram

Pada tahun 2015 lalu, MUI Kota Batu telah mengeluarkan fatwa tentang haramnya merayakan Valentine’s Day bagi seorang Muslim. Fatwa ini kembali disosialisasikan agar masyarakat tidak lalai dan mengikuti arahan para ulama.

muibatu.org poster tentang haramnya valentines day

Selain pembuatan dan penyebaran buletin, haramnya perayaan Valentine’s Day juga disosialisasikan ke sekolah-sekolah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Batu. Imbauan MUI nantinya akan diteruskan kepada orangtua murid agar mengawasi putra-putrinya, agar terhindar dari hal yang negatif yang bisa merusak masa depannya.

MUI juga mengimbau kepada pihak-pihak yang berwenang agar selalu mengawasi dan mewaspadai berbagai kegiatan yang dapat mengakibatkan tumbuhnya kemaksiatan.* (Pambudi Utomo/MUIBatu.org)