MUI Kota Batu Keluarkan Larangan Perayaan Valentine

11 Februari 2015

MUI KOTA BATU KELUARKAN LARANGAN PERAYAAN VALENTINE

MUIBatu.org – Kasus iklan ‘mesum’ Wonderland Resort and Hotel yang memberikan fasilitas bagi pasangan kekasih di Hari Valentine berbuntut panjang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu mengeluarkan larangan perayaan Hari Valentine bagi seluruh pelajar pada 14 Febuari 2015 nanti.

Tidak tanggung-tanggung. Surat imbauan itu disebar di seluruh lembaga pendidikan, jajaran Pemerintah Kota Batu, Polri, dan TNI.

“Harapannya ini bisa ditaati, khususnya yang beragama Islam,” tegas Ketua MUI Kota Batu KH Nur Yasin Muhtady kepada detikcom, Rabu (11/2/2015) sore.

Nur Yasin tidak menampik, keluarnya surat imbauan tersebut berawal dari munculnya iklan Wonderland, yang mana ditakutkan membawa pengaruh besar bagi generasi muda di Kota Batu.

Di sisi lain, imbauan ini juga didasarkan banyaknya catatan efek negatif justru berdampak pada perayaan hari kasih sayang tersebut. “Jadi sudah banyak terbukti, malah banyak negatifnya. Dibandingkan sisi positif merayakan Valentine bagi pelajar itu sendiri,” jelasnya.

Pihaknya hanya dapat berharap, sekolah maupun elemen terkait dunia pendidikan bisa menyukseskan gerakan tersebut. Karena akan tidak mungkin MUI melakukan tindakan preventif atau pemberian sanksi kepada pelanggar. “Kami harapkan semua bisa mematuhi, dan semua pihak harus melibatkan diri,” harapnya.

Kedepan lanjut dia, akan dilakukan pendekatan kepada para pelajar untuk mengurangi pengaruh negatif yang bisa merusak masa depan mereka. Bagaimana caranya? MUI bersama beberapa pihak secara keberlanjutan mendatangi seluruh lembaga pendidikan di Kota Batu. “Itu bentuk pengawalan kami, menyelamatkan generasi muda Kota Batu,” tegasnya.

Imbauan MUI mendapat tanggapan positif dari Kasek SMA Negeri 1 Batu Suprantiyo. Dia mengaku akan mengikuti Surat Edaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan meniadakan berbagai bentuk acara yang berbau Valentine.

“Akan kami ikuti imbauan dari MUI,” akunya terpisah.

Dia melanjutkan, guru agama diminta menyampaikan dan mengimbau pada siswa untuk tidak merayakan. Untuk sanksi akan dijatuhkan manakala melanggar, apalagi sampai mengarah pada tindakan asusila.

“Semua mempunyai niat dan keinginan sama, agar anak didik tidak terjerumus kepada hal negatif,” tuturnya.* (Detikcom/MUIBatu.org)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 17 =