PERAN DAN FUNGSI

 

Sebagai wadah musyawarah para ulama, zu’ama, dan cendekiawan Muslim, MUI berfungsi antara lain:

  • Memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah SWT
  • Memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat
  • Meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa
  • Menjadi penghubung antara ulama dan umara (pemerintah) dan penterjemah timbal balik antara umat dan pemerintah guna mensukseskan pembangunan nasional
  • Meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi, lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik.

 

Dalam khittah pengabdian MUI telah dirumuskan lima fungsi dan peran utama, yaitu:

  • Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi (warasatul-anbiya’)
  • Sebagai pemberi fatwa (mufti)
  • Sebagai pembimbing dan pelayan umat (ri’ayat wa khadim al-ummah)
  • Sebagai gerakan islah wal-tajdid
  • Sebagai penegak amar ma’ruf nahi munkar*