Taushiyah Menyambut Ramadhan MUI Jatim

Taushiyah Menyambut Ramadhan MUI Jatim
PERKOKOH UKHUWAH ISLAMIYAH

Ukhuwah Islamiyah menjadi poin penting taushiyah menyambut Ramadhan MUI Jatim. Hal tersebut disampaikan dalam rilis resmi yang ditandatangani oleh KH Abdusshomad Buchori (Ketua Umum) dan Ainul Yaqin (Sekretaris Umum) tanggal 3 Mei 2018 lalu.

Para ulama mengharap agar umat Islam menghindari perdebatan atau berbantah-bantahan dalam masalah khilafiyah furu’iyah. Semisal jumlah rakaat shalat tarawih, qunut dalam shalat witir, dan sejenisnya, agar tidak terjadi keretakan ukhuwah Islamiyah.

MUI Jawa Timur berharap agar pemerintah, para ulama, dan pimpinan ormas Islam sedapat mungkin berupaya mencari titik temu penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Sehingga semakin memperkokoh ukhuwah Islamiyah, memperkuat kesatuan umat dalam wadah NKRI, menghindari kebingungan masyarakat, dan menambah syiar Islam.

Menyambut Awal Ramadhan

Para ulama juga berharap semua pihak untuk mencegah kemaksiatan dan menertibkan tempat-tempat maksiat. Aparat keamanan diharapkan dapat meningkatkan tugas pengamanan. Termasuk melarang petasan, menertibkan peredaran minuman beralkohol dan miras di mal, warung, minimarket, dan lain-lain.

Dalam taushiyah tersebut, warga masyarakat diimbau untuk meningkatkan amal ibadah. Seperti zakat, infaq/sedekah, memperbanyak dzikir, tadarus Al-Qur’an, pengajian, shalat tarawih, iktikaf, dan sebagainya.

Masyarakat juga diimbau untuk menghormati kekhusyukan bulan Ramadhan. Seperti tidak membuka warung makan di siang hari secara terbuka. Jauhilah ucapan, perbuatan, maupun sikap yang dapat merusak nilai puasa, seperti maksiat mata, mulut, dan anggota badan lainnya.

Baca Juga: Ramadhan, Tempat Hiburan Wajib Tutup

Lembaga-lembaga pendidikan, takmir masjid, dan lembaga-lembaga lain diharapkan menyelenggarakan kegiatan seperti pesantren Ramadhan, kursus keagamaan, ceramah, dan sebagainya. Adapun penggunaan pengeras suara luar hendaknya maksimal pukul 22.00 agar tidak mengganggu kenyamanan.

Mengingat bulan Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, seiring dengan momen menjelang pemilu, para ulama mengajak semua pihak agar menjaga kesucian bulan Ramadhan serta tidak menggunakan mimbar masjid atau mushala untuk sarana politik praktis.* (MUIBatu.org)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + six =